Jumat, 16 Mei 2014

Allah Mendahulukan Apa Yang Kita Butuhkan Bukan Yang Kita Inginkan

Bersyukurlah kepada Allah



Judul di atas bersumber dari “fatwa” yang keluar dari mulut istri saya sewaktu menasihati anak perempuan kami. Kata istri saya, kita cenderung selalu merasa bahwa orang lain lebih beruntung daripada kita. Padahal belum tentu begitu kenyataannya. Yakini, kita yang jauh lebih beruntung dibandingkan dengan orang lain.
Allah memberi kita segala yang kita butuhkan; segala hal yang sesuai dengan takaran kebutuhan kita. Kalau ada hal yang kita inginkan dan menjadi bagian dari doa kita ternyata tidak dikabulkan-Nya, maka itu merupakan bagian dari kecintaan-Nya. Bisa jadi bila yang kita inginkan itu ternyata terkabulkan malah akan membuat kemudaratan bagi kita juga untuk lingkungan kita.
Dalam urusan jodoh pun demikian. Ketika jodoh yang kita perjuangkan telah berada dalam genggaman tangan, kita sering merasa bahwa rumput tetangga jauh lebih hijau dibandingkan rumput yang tumbuh di halaman rumah kita. Dampaknya, kita selalu merasa bahwa pasangan kita tak ada apa-apanya dibandingkan dengan pasangan orang lain.
Setelah itu pikiran pun menerawang dan mulai membanding-bandingkan pasangan kita dengan yang lain. Bahkan, dia kita banding-bandingkan juga dengan sang mantan. “Seandainya mantan jadian denganku, mungkin hidupku tak akan begini jadinya, “ pikirmu.
Jika kamu merupakan bagian dari orang-orang seperti itu, maka mulailah untuk menata kembali cara berpikirmu. Bersyukurlah atas kehadiran jodoh dalam hidupmu. Sebagaimana disampaikan istri saya tadi, Allah lebih memahami mengenai apa yang kita butuhkan. Jadi, pendamping hidupmu saat ini adalah pasangan terbaik yang telah Allah siapkan demi kebaikanmu. Buanglah jauh-jauh segala pikiran kotor tentang pasanganmu saat ini. Sampai kapan pun tak akan ada habisnya seandainya kamu menghitung-hitung terus segala keburukan pasanganmu. Beralihlah untuk mulai mengenang segala kebaikannya.
Dalam hidup kita memang kerap dihadapkan pada aneka fatamorgana. Kita terkesiap dengan kemilaunya dari kejauhan hingga lupa bersyukur atas karunia yang telah Allah turunkan kepada kita. Mulai detik ini hiasilah mulutmu dengan lantunan syukur atas nikmat yang Allah berikan dalam bentuk kehadiran pasangan hidup kita.
Ingatlah, di luar sana ada sekian sosok manusia yang masih belum menemukan pasangannya sekalipun ia tela berjuang keras. Allah sangat memahami apa yang kita butuhkan. Makanya, Dia lebih mendahulukan pasangan yang kita butuhkan, bukannya pasangan yang kita inginkan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management